Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ini Realisasi Sementara Ekonomi Makro 2016

Jakarta, 03/01/2017 Kemenkeu – Pemerintah menegaskan bahwa APBN 2016 dapat dikelola dengan fokus menjalankannya secara kredibel, efektif, efisien dan berkelanjutan. Meskipun di sepanjang 2016 ekonomi global dihadapkan pada berbagai tantangan dan belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan, APBN 2016 terkendali dalam batas aman. Saat konferensi pers pada Selasa (03/01) di Aula Djuanda 1 Kementerian Keuangan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan realisasi indikator ekonomi makro tahun 2016 (sementara).


Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,0 persen dibanding target APBN-P sebesar 5,2 persen. Namun, angka ini relatif lebih baik dibandingkan 2015 yang tumbuh sebesar 4,8 persen. Inflasi mencapai 3,1 persen atau lebih rendah dibanding target yang sebesar 4,0 persen. Dengan inflasi yang terkendali, stabilitas ekonomi juga tercermin dari rata-rata nilai tukar Rupiah yang menguat mencapai Rp13.307/USD dibandingkan target APBN-P sebesar Rp13.500/USD.


Sementara itu, suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan mencapai 5,7 persen dibanding target 5,5 persen. Sedangkan harga minyak menunjukkan realisasi USD40/barel, setara dengan target dalam APBN-P. Untuk lifting minyak bumi, realisasi mencapai 829 ribu barel/hari dari target 820 ribu barel/hari. Sedangkan lifting gas mencapai 1.184 ribu barel setara minyak/hari dibanding target 1.150 ribu barel setara minyak/hari.


Indonesia terus melanjutkan komitmen terhadap reformasi ekonomi yang komprehensif yang terdiri dari pertama, reformasi struktural untuk memperbaiki iklim investasi dan menjaga daya beli masyarakat; kedua, reformasi anggaran untuk menciptakan kebijakan fiskal dan APBN yang kredibel, memberi kepastian, dan berkesinambungan; ketiga, kebijakan moneter yang akomodatif dan menjaga stabilitas. (as/rsa)