Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ini Strategi Pemerintah Terkait Defisit APBN 2016

Jakarta, 18/01/2016 Kemenkeu - Untuk meminimalisasi defisit, pemerintah akan mendorong penerimaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Penerimaan negara dari sektor perpajakan, termasuk bea dan cukai pun masih akan menjadi andalan pemerintah.

“Meminimalisir defisit kan dua (cara), yaitu dengan mendorong penerimaan dan pengendalian belanja. Karena belanja itu relatif sudah ditetapkan, berarti fokus kita akan lebih kepada mengoptimalkan penerimaan. Karena harga minyak itu turun, makanya yang harus dioptimalkan adalah pajak dan cukai,” urai Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro di Kantornya pada Kamis (14/1) pekan lalu.

Oleh karena itu, Menkeu meminta jajaran Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk bekerja lebih keras dalam menggali potensi penerimaan yang lebih besar.

Lebih lanjut ia menerangkan, jika pengampunan pajak (tax amnesty) berhasil dilaksanakan tahun ini, besarnya basis pajak yang sebenarnya dapat diketahui, sehingga diharapkan defisit dalam APBN 2016 dapat lebih ditekan. “Kalau pengampunan pajak bisa dilakukan tahun ini, maka tentunya ini akan sangat membantu upaya kita untuk mengurangi defisit,” tambahnya.

Sementara itu, terkait strategi pembiayaan defisit APBN 2016, pemerintah akan lebih mengandalkan sumber pembiayaan yang berasal dari dalam negeri. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan pemerintah juga akan mengambil pembiayaan dari luar negeri dengan biaya murah. “Jadi itu strategi kita untuk jaga supaya meskipun kita defisit tapi kita punya strategi utang yang relatif berkelanjutan,” pungkasnya.(nv)