Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menghadiri rapat kerja kemneterian keuangan dengan Komisi XI DPR yang membahas RKA-KL Kemenkeu 2018, di Gedung DPR Jakarta (12/09)

Ini Tanggapan Menkeu untuk Dana Sidang Tahunan IMF-WBG 2018

Jakarta, 13/09/2017 Kemenkeu - Beberapa perwakilan fraksi di Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempertanyakan besaran dana Rp810,17 miliar yang dialokasikan untuk anggaran Sidang Tahunan (Annual Meetings) International Monetary Fund-World Bank Group 2018 (AM IMF-WBG) yang rencananya akan dilaksanakan di Bali pada tahun 2018. Pertanyaan disampaikan saat rapat kerja Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan Komisi XI DPR yang membahas RKA-KL Kemenkeu 2018, Selasa, (12/09) di Gedung DPR.

Menanggapi pandangan dari beberapa anggota Komisi XI tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani menyatakan alokasi anggaran untuk penyelenggaran AM IMF-WBG 2018 manfaatnya akan kembali ke masyarakat Indonesia. Bentuk manfaat itu berupa jasa event-organizer, penginapan, lelang furniture dalam negeri hingga komputer-komputer yang telah digunakan akan dihibahkan untuk sekolah-sekolah.

“Anggaran yang semuanya akan dinikmati oleh pihak Indonesia sendiri. Katakanlah termasuk dalam hal ini adalah untuk seluruh event organizer-nya maupun untuk perubahan dari hotel menjadi office selama masa seminggu meetings tersebut. Memang ini adalah suatu konsekuensi tapi itu semuanya supaya katakanlah tadi hotel menjadi office itu furniture-nya dan lain-lain adalah procurement untuk para supplier di dalam negeri. Sehingga nantinya yang menerima adalah masyarakat sendiri. Komputer-komputer yang akan digunakan selama di sana nanti itu semuanya akan dihibahkan ke sekolah-sekolah dan lain-lain,” ujar Menkeu.

Ditegaskan pula oleh Menkeu bahwa anggaran untuk event tersebut bukan ditujukan untuk membiayai delegasi dari luar negeri. Event tersebut diharapkan berkontribusi positif bagi sektor pariwisata di Bali mengingat bulan Oktober adalah low season. “Dengan adanya annual meetings ini sekarang mereka fully booked hampir semuanya,” tambah Menkeu. Selain itu, anggaran yang digunakan pun akan berbagi (co-sharing) dengan Bank Indonesia, misalnya untuk venue sebesar Rp280-300 miliar. (b/nr)