Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ini Tantangan Penerbitan Sukuk

Jakarta, 18/05/2016 Kemenkeu - Sardjito, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan bahwa sukuk di Indonesia berkembang cukup pesat sejak kali pertama diterbitkan pada 2002. Sebagai salah satu alternatif instrumen pembiayaan, sukuk memiliki prospek untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan infrastruktur, seperti transportasi, energi, telekomunikasi, dan sebagainya.

Di tahun 2015, pemerintah telah menetapkan sebagai Tahun Pasar Modal Syariah seiring dengan penerbitan peraturan mengenai sukuk oleh OJK. Sukuk masih memiliki ruang yang besar untuk bertumbuh. Meskipun demikian, lanjut Sardjito, sukuk memiliki sejumlah tantangan yang harus dihadapi.

Pertama, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai konsep pembiayaan berbasis sukuk. “Kebanyakan investor individu belum mengetahui tentang sukuk. Meskipun mereka muslim, tetapi mereka belum tau apa bedanya sukuk dengan obligasi,” katanya saat sesi panel: Policy and Strategy to Enhance Infrastructure Development and Financial Inclusion dalam rangka kegiatan Sidang Tahunan IDB 2016 di JCC, Jakarta pada Selasa (17/05). Dalam hal ini, Sardjito memandang pentingnya pendidikan maupun sosialisasi tentang sukuk kepada seluruh lapisan masyarakat.

Kedua, ia mengungkapkan bahwa belum adanya peraturan perpajakan yang mengatur mengenai sukuk. “Perlu dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan terkait (penerbitan) Undang-Undang, amandemen atau peraturan mengenai pembatasan sukuk,” tambahnya. Sardjito juga menekankan pentingnya insentif pajak agar perbankan syariah dapat bersaing dengan perbankan konvensional. Insentif ini juga diperlukan untuk meminimalisir besarnya biaya yang dibutuhkan dalam penerbitan sukuk.

Terakhir, Sardjito berharap agar pemerintah dapat lebih ikut mengembangkan corporate sukuk. Salah satunya bentuknya adalah melalui kontribusi BUMN untuk mendorong anak perusahaan mereka yang bergerak di bidang infrastruktur, agar dapat menerbitkan corporate sukuk di pasar modal. (ik)