Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam memberikan kuliah perdana Pengantar Ilmu Ekonomi Makro di Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (05/02).

Ini Yang disampaikan Menkeu Dalam Kuliahnya di UI

Depok, 05/02/2018 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan mengenai dasar mengenai makro ekonomi dan kaitannya dengan kebijakan yang disusun oleh Pemerintah, yaitu bagaimana kebijakan itu dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi makro.

“Peranan pemerintah adalah membuat kebijakan. Paling tidak dalam makro ekonomi akan bicara tentang fiscal policy yang identic dengan Menkeu. Fiscal policy itu menentukan pajak, subsidi, spending, termasuk utang,” ungkapnya saat  memberikan kuliah perdana pengantar Ilmu Ekonomi Makro di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (05/02).

Ia menerangkan bahwa dalam suatu sistem perekonomian, pemerintah harus mengumpulkan pajak karena terdapat hal-hal yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan mekanisme pasar. Terdapat fungsi dari Pemerintah seperti penegakan hukum, kestabilan, ataupun keamanan, oleh karena itu perlu dilakukan pembiayaan bersama. “Jadi pajak dicollect didalam rangka untuk mengkoneksi tadi market failure yang harus dilakukan oleh institusi publik. Fiscal policy juga bisa dipakai untuk stimulasi ataupun cool down ekonomi. Jika ekonomi sedang lesu Pemerintah dapat mengurangi pajak atau melakukan belanja negara,” Imbuhnya.

Dalam perkuliahan tersebut Menkeu juga memaparkan seperti dalam kehidupan sehari-hari untuk membuat pilihan, dalam ekonomi pun demikian pilihan jangka pendek dan jangka panjang harus dipikirkan dengan hati-hati oleh Pemerintah.

 “Oleh karena itu nanti di dalam ilmu ekonomi makro kalian akan belajar mengenai policy dan mengenai trade off ini. Trade off dalam makro ekonomi sering disebut trade off dengan price dan unemployment. Pemerintah harus melihat semua aspek. Trade off jangka pendek maupun jangka panjang,” kata Menkeu.

Pada ilmu ekonomi terdapat kurva phillip, yaitu terdapat korelasi antara inflasi dan penggangguran, apabila tingkat pengangguran rendah maka inflasi menjadi tinggi. Untuk itu, Pemerintah walaupun membuat kebijakan cash for work untuk mengurangi penggangguran, tetapi turut diikuti dengan menjaga supply barang dan jasa agar inflasi juga dapat terjaga. (mra/ind/rsa)