Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Inilah Kebijakan Ekonomi 2016 yang Terkait Langsung dengan Masyarakat

Jakarta, 05/02/2016 Kemenkeu - Pemerintah telah menyiapkan beberapa kebijakan ekonomi tahun ini yang langsung terkait dengan masyarakat. Dalam acara Stakeholders Gathering: Optimisme Perekonomian Indonesia 2016 pada Kamis (4/2) malam di Aula Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menguraikan sejumlah kebijakan tersebut.

Untuk meningkatkan daya beli masyarakat, misalnya, pemerintah akan terus berupaya menjaga tingkat inflasi. Hal ini dilakukan antara lain dengan mengendalikan harga kebutuhan pokok seperti beras, daging dan lain-lain. “Pasokannya juga dijamin, sehingga masyarakat tidak kehilangan keyakinan terhadap pemerintah karena harga kebutuhan pokok tidak terkendali,” jelasnya.

Tahun ini, pemerintah juga  akan terus mendorong masyarakat untuk berwirausaha. Salah satunya, dengan memberikan Kredit Usaha Rakyat berbunga rendah. “(karena) syarat negara maju harus banyak warganya yang jadi pengusaha,” ujarnya.

Sementara itu, untuk mendorong investasi swasta, pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif fiskal. Di bidang perpajakan, misalnya, pemerintah akan memberikan insentif pajak kepada pengusaha yang mau melakukan investasi di bidang infrastruktur dan industri manufaktur.

Selain itu, menurut rencana, tahun ini pemerintah juga akan memberlakukan pengampunan pajak (tax amnesty). “Pengampunan pajak untuk memperbaiki basis pajak dan mengupayakan penerimaan lebih besar. Kebijakan pengampunan pajak akan menjadi yang paling critical di tahun ini,” urai Menkeu.

Terkait belanja pemerintah, disamping meningkatkan kualitasnya, kebijakan belanja pemerintah tahun ini juga akan diarahkan untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan. “Salah satunya, pemerintah akan memberikan bantuan yang lebih terarah dengan lebih banyak memberikan kepada yang berhak dalam bentuk bantuan tunai bersyarat,” ujarnya.(nv)