Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Insentif Pajak Untuk Pertumbuhan Usaha Baru

Jakarta, 24/11/2015 Kemenkeu - Pemerintah memberikan insentif pajak seperti tax holiday dan tax allowance ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan usaha baru. Dengan adanya kegiatan ekonomi yang terbangun, maka nantinya jumlah penerimaan pajak yang bisa didapatkan pemerintah akan ikut meningkat. “Sekarang kita ubah mindset-nya, jangan hitung berapa banyak hilang pajaknya, tapi berapa kegiatan ekonomi yang bisa dibangun,” jelas Plt. Kepala BKF Suahasil Nazara saat Pertamina Energy Forum di Jakarta pada Selasa (24/11).


Ia juga menyampaikan bahwa saat ini, permohonan untuk tax holiday dapat diketahui lebih cepat, karena dalam PMK 159/2015 diatur kepastian kepada perusahaan setelah sekian waktu, mengenai keputusan diterima atau ditolaknya pengajuan tax holiday. “Dulu bisa 1 tahun permohonan tax holiday, karena pembebasan pajaknya besar,” tambahnya.


Suahasil menegaskan bahwa pemerintah saat ini menginginkan kegiatan ekonominya berjalan. “Kalau kemudian kita tidak membesarkan kegiatan ekonomi tapi hanya ambil dari yang ada, itu rugi. Karena dari yang sudah jalan saja dikulik. Tapi kita berikan tax holiday dan tax allowance supaya ada bisnis baru yang tumbuh. Semangat ini semoga bisa ditangkap oleh para pengusaha,” pungkasnya.


Sebagai informasi, di dalam PMK tersebut dijelaskan bahwa industri yang berhak mendapat fasilitas fiskal tersebut akan menjadi sembilan sektor setelah sebelumnya hanya tercatat lima sektor saja. Pengurangan PPh badan terutang selama lima hingga 15 tahun, dengan besaran pengurangan minimal 10 persen sampai 100 persen. (as)