Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Instrumen dalam Penguatan Pengawasan Internal Pemerintah

Jakarta, 23/10/2015 Kemenkeu - Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menyampaikan beberapa instrumen yang dapat dilakukan untuk penguatan pengawasan di lingkungan pemerintahan. “Instrumennya, antara lain, penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemeintah (SPIP), penerapan manajemen risiko, dan peningkatan pencegahan korupsi,” jelasnya saat acara Konferensi Auditor Intern Pemerintah Tahun 2015 di Aula Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta pada Kamis (22/10).


Menurutnya, untuk penguatan SPIP adalah dengan menerapkan three lines of defence yaitu menerapkan fungsi kepatuhan internal, yang dapat bantu manajemen yakin bahwa pengendalian internal telah ditetapkan secara efektif. “APIP bisa mengembangkan kapasitas fungsi internal untuk pantau pengendalian internal,” jelasnya.


Selanjutnya, untuk manajemen risiko, APIP diharapkan dapat mengembangkan framework yang sesuai dengan lingkungan kerja, baik di Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah. “APIP juga diharapakn dapat mengembangkan kapasitas untuk mengelola risiko dan menunmbuhkan budaya sadar risiko,” tambahnya. Terakhir, untuk pencegahan koruspi, APIP dapat membangun Whistle-Blowing System, penerapan unit wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani.


Di kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengapresiasi konferensi Auditor Intern Pemerintah Tahun 2015. Menurutnya, Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) memiliki posisi strategis sebagai mata dan telinga pimpinan. Namun, kapabilitasnya harus selalu ditingkatkan. “Saya mengpresiasi adanya konferensi ini. Ini jadi wadah evaluasi bagi kita semua. Posisi stategis APIP bisa sebagai mata dan telinga pimpinan,” pungkasnya. (as)