Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo memberikan sambutannya dalam acara penutupan acara Workshop dan Rapat Koordinasi Pengadaan Barang/Jasa Nasional Tahun 2018 di Gedung Dhanapala, Komplek Kementerian Keuangan, Jakara (26/02)

Integritas Adalah Kunci Dalam Pengadaan Barang dan Jasa

Jakarta, 27/02/2018 Kemenkeu  - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Mardiasmo menyatakan integritas adalah inti dan landasan dari profesionalisme para stakeholders pengadaan barang dan jasa. Hal ini disampaikan Wamenkeu pada saat menutup acara Workshop dan Rapat Koordinasi Pengadaan Barang/Jasa Nasional Tahun 2018 di Gedung Dhanapala, Komplek Kementerian Keuangan, Jakara, Senin (26/02).

“Kita menginginkan bersama bahwa pengadaan itu harus selalu ditingkatkan kualitasnya. Kualitas artinya dengan seluruh hati, baik yang kelihatan maupun nda kelihatan; integritas,” tegas Wamenkeu.

Wamenkeu mengapresiasi para pembicara dan peserta workshop yang telah menyampaikan tentang pentingnya pengadaan yang ditopang oleh informasi dan teknologi (IT) yang baik. Namun IT hanyalah sarana, karena ditengarai masalah utama ada di sisi sumber daya manusianya.

“Kita menggunakan IT yang ‘e’, apakah itu e-procurement, e-budgeting, e-government dan sebagainya, itu teknologi itu selalu berkembang. Karena yang sekarang itu (pengadaan barang dan jasa), kalau to be honest, itu masih bisa dimainkan,” tambahnya.

Sebagai contoh, Wamenkeu salah satu cara manipulasi yang sering dilakukan dalam proses pengadaan barang dan jasa adalah masih maraknya mark-up harga perkiraan sendiri (HPS). Secanggih apapun teknologi yang digunakan, tidak akan banyak gunanya bila perilaku fraud masih merajalela.

“Kalau (dalam menyusun) HPS-nya sudah nda akurat. HPS-nya sudah ada di-mark-down, mark-up. Trus itu bagaimana e-proc-nya? Bagaimana bisa efisien?,” kritik Wamenkeu.

Oleh karena itu, Wamenkeu menekankan pentingnya integritas bagi setiap pihak yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa.

“Jangan kita berteori menggunakan apa, tapi didalamnya Bapak mau ngambil duit ya podho wae. Mendingan teknologinya rendah tapi Bapak jujur. Kuncinya cuma integritas. Tidak bisa ditawar lagi. Kejujuran, profesionalisme,” pungkasnya. (btr/ind/nr)