Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Investasi SDM adalah Salah Satu Kunci Sukses Indonesia

Jakarta, 03/07/2017 - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjadi salah satu pembicara dalam diskusi panel dengan tema "State of The World 2017 : Opportunities and Risks for Indonesia" dalam rangkaian acara Konvensi Indonesia Diaspora 2017 bertempat di Main Hall The Kasablanka Kota Kasablanka, Jakarta pada Sabtu (01/07).
Menkeu menyampaikan, salah satu kunci sukses Indonesia didalam menghadapi faktor eksternal global yang dapat menghambat perekonomian Indonesia sebagai suatu negara yang berkembang cepat adalah investasi di bidang sumber daya manusia. "Jadi pendidikan harus baik dan berkualitas, kesehatan harus baik. Kalau kita mengatakan dimanapun anda lahir mau di Aceh, di Jawa, mau di Kalimantan, mau di Sulawesi, mau di Papua, dia harus memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan kesehatan dengan kualitas yang baik dan sama. Itu yang membuat saya tidak bisa tidur bahwa bagaimana indonesia bisa mewujudkan cita-cita negara kesatuan seperti itu," jelasnya.
Selain investasi di bidang sumber daya manusia, Indonesia juga sedang memperkuat investasi di bidang infrastruktur. Menurut Menkeu, salah satu sumber pembiayaan investasi infrastruktur adalah melalui pajak dari masyarakat "Jadi what make me wake, biasanya setiap malam adalah bagaimana anda melakukan tugas konstitusi tapi rakyat tetap percaya bahwa this is good for the country. Bagaimana saya bisa meyakinkan masyarakat bahwa membayar pajak itu memang tidak nyaman tapi itu adalah kepentingan bersama. Bagaimana saya bisa  membangun kepercayaan masyarakat bahwa uang pajak tidak akan dikorupsi dan akan dipakai untuk investasi bagi masyarakat indonesia," tambahnya.
Lebih lanjut Menkeu menjelaskan bahwa meyakinkan dan membangun kepercayaan masyarakat untuk bersama-sama memberikan yang terbaik bagi Indonesia, juga menjadi salah satu alasan dan misinya ketika memutuskan kembali ke Indonesia. "Kalau saya bisa dikatakan tadi saya sudah dikeluarkan dari alumni diaspora padahal sebenarnya saya tetap diaspora tapi diaspora Indonesia yang di Indonesia tentu saja. Jadi saya rasa ini adalah yang membuat saya kembali ke indonesia karena saya merasa bahwa indonesia deserved to be served by all the best mind and the best people of Indonesia," pungkasnya.
Sebagai informasi, turut menjadi pembicara pada diskusi panel tersebut adalah Bambang Susantono Wakil Presiden Asian Development Bank, Helman Sitohang CEO Credit Suisse Asia Pacific, Mulya Amri Peneliti Lee Kuan Yew School, Chuck Taylor Direktur Chevron Indoasia Business Unit dan dimoderatori oleh Muhammad Al Arief dari World Bank. (ip/rsa)