Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Investasi Swasta Bisa Jadi Penyokong Untuk Pemulihan Ekonomi

Jakarta, 15/03/2016 Kemenkeu - Bank Dunia mengingatkan bahwa Indonesia harus dapat menyesuaikan diri dengan keadaan ekonomi global yang ditandai oleh perlambatan pertumbuhan, harga komoditas yang rendah serta perdagangan dan arus modal yang lemah. Hal ini tercantum dalam laporan Indonesia Economic Quarterly yang diluncurkan oleh Bank Dunia pada Selasa (15/03).


Dalam laporan ini, untuk mempercepat laju pertumbuhan, Indonesia perlu mengandalkan ekspansi fiskal dalam jangka pendek, sementara pada jangka menengah, pemerintah harus fokus untuk memfasilitasi investasi dan mengurangi biaya melakukan bisnis. Stimulus fiskal jika dikombinasikan dengan investasi swasta akan menjadi pendukung yang baik untuk pemulihan yang kuat.


Menurut Lead Economist Bank Dunia Indonesia Ndiame Diop, lemahnya pertumbuhan dan perdagangan global menyulitkan pendapatan dari ekspor bagi Indonesia. Indonesia membutuhkan investasi sektor swasta untuk mendorong pertumbuhan ke arah yang lebih tinggi dan solid. Namun, investasi swasta bergantung pada dua kondisi yaitu kondisi keuangan yang lebih longgar, serta membaiknya kepercayaan dunia usaha. “Indonesia perlu melihat sektor-sektor apa yang bisa menghasilkan lapangan kerja yang lebih baik bagi penduduknya di masa depan,” tegas Diop. (as)