Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Investasi Swasta Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta, 04/07/2013 MoF (Fiscal) News – Perlambatan yang terjadi di sektor investasi diakui tidak dapat ditutup dari belanja pemerintah. Hal ini disebabkan porsi anggaran pemerintah untuk investasi sangat kecil, sehingga tidak dapat diandalkan untuk menggenjot pertumbuhan. Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri di Jakarta, Rabu (3/7).

“Investasinya tidak bisa hanya bicara belanja pemerintah, karena porsi pemerintah kecil. Pemerintah share-nya di GDP (gross domestic product/produk domestik bruto) hanya kecil yaitu 9 persen. Masa berharap growth-nya datang dari pengeluaran pemerintah,” jelasnya. Saat ini, lanjut Menkeu, investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi adalah investasi dari sektor swasta. Dengan demikian, pemerintah cukup masuk pada investasi non-komersial seperti infrastruktur dasar. “Growth itu akan datang dari konsumsi 55 persen dan investasi swasta yang 25 persen. Ini bukan zaman Keynes tahun 30-an,” ucap Menkeu. 

Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk menarik investasi sektor seperti penyederhanaan izin. “Pemerintah itu harus hanya sebagai lead di sana. Jadi dia harus masuk di proyek-proyek non-commercially viable, kalau viable biar saja swasta,” tutur Menkeu. 

Pada tahun ini, Menkeu menyatakan ada beberapa perusahaan yang segera merealisasikan investasinya di Indonesia. “Beberapa investasi jalan sekarang, misal Michelin. Ini saya ngomong sebagai Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Selain Michelin, ada dua lagi yang signifikan, sudah realize, nanti kita lihat angkanya,” pungkas Menkeu.(nic)