Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Jaga Defisit Transaksi Berjalan, Pemerintah Akan Hemat Subsidi BBM

Jakarta, 09/05/2014 MoF (Fiscal) News - Pemerintah menargetkan defisit transaksi berjalan berada di kisaran 2,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2014 ini. Untuk mencapai target tersebut, menurut Menteri Keuangan M. Chatib Basri, harus ada pos-pos pengeluaran yang dipangkas.


“Defisitnya akan 2,5 maksimum, kalau bisa di bawah itu. Implikasinya apa? Harus ada spending yang di-cut,” ujar Menkeu di Jakarta, Jumat (8/5). Menurutnya, pemangkasan pengeluaran pemerintah yang dapat menghasilkan penghematan paling optimal adalah subsidi bahan bakar minyak (BBM). “Paling optimal apa? Jawaban saya subsidi BBM,” ujarnya.


Namun demikian, Menkeu mengakui, dalam situasi seperti saat ini, tidak mudah melakukan pengurangan subsidi BBM, sehingga pemerintah perlu mempertimbangkan waktu yang tepat untuk penerapannya. “Nah ini soal timing ini yang harus jadi konsiderans, dan di dalam itu jadi tidak mudah,” katanya.


Pemerintah, lanjut Menkeu, juga akan mempersiapkan strategi penghematan yang lain jika pengurangan subsidi BBM tidak dapat dilakukan. “Kalau itu tidak bisa dilakukan, maka mau nggak mau harus cari spending lain yang bisa di-cut, tetapi tetap bahwa target defisitnya di bawah 2,5.  Jadi sebetulnya market tidak perlu kuatir dengan defisit yang akan naik, karena pasti dijaga di situ,” ungkap Menkeu.(wa)