Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Jaga Ketersediaan Suplai Untuk Mengerem Inflasi 2013

Jakarta, 14/08/2013 MoF (Fiscal) News – Pemerintah diharapkan dapat menjaga pasokan pangan dan mengendalikan harga, untuk mengerem laju inflasi ke depan. Pasalnya, diakui untuk mencapai inflasi sampai akhir tahun 2013 sebesar 7,2 persen sesuai APBN-P 2013 cukup berat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, pemerintah harus dapat memanfaatkan sisa waktu lima bulan sampai akhir tahun ini untuk mengendalikan inflasi. “Kalau dilakukan terobosan-terobosan pengendalian ya bisa lah (capai inflasi 7,2 persen). Karena sepertinya berat ya, capai inflasi sesuai target kalau tidak dilakukan upaya-upaya khusus,”ujarnya di Jakarta, Selasa (13/8).

Ia mengatakan untuk bulan Agustus, tekanan terhadap inflasi mengalami penurunan, meskipun masih terpengaruh harga-harga pangan yang tinggi menjelang hari raya idul fitri. Tetapi diharapkan, setelah lebaran berakhir harga-harga dapat berangsur mengalami penurunan meskipun penurunannya tidak terlalu drastis.

“Artinya penurunanya masih ada yang belum begitu drastis seperti yang jaman dulu, karena kan pengaruh kebijakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) itu bersamaan dengan hari raya dan tahun ajaran baru. Kita harapkan setelah lebaran bisa turun,” ungkapnya.

Menurutnya, kemungkinan pada bulan September, Oktober, dan November laju inflasi dapat turun karena tidak ada faktor-faktor yang bisa mengerek lebih tinggi. Namun, di bulan Desember akan ada faktor musiman yaitu natal dan tahun baru yang diperkirakan pengaruhnya tidak sebesar faktor lebaran. Tetapi, jika pemerintah dapat mengendalikan supply dan demand maka inflasi ke depan tidak akan terlalu besar.

“Asal bagaimana mengatur pasokan ketersediaan barang, karena nanti sudah tidak ada lagi dampak langsung dari BBM. Tinggal dampak yang tidak langsung, sehingga kalau pemerintah mau menjaga pasokan dan memperbanyak suplai maka inflasi bisa ditekan,”pungkasnya. (ans)