Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Jaga Ruang Fiskal 2014, Pemerintah Kaji Peluang APBN-P

Jakarta, 24/02/2014 MoF (Fiscal) News - Tahun 2014 merupakan tahun yang tidak mudah bagi perkonomian nasional maupun global, dan hal tersebut berdampak pada penyusunan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Demikian dikatakan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) I Anny Ratnawati dalam kick off meeting Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA) yang berlangsung di Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin (24/2).

"Kalau kita bicara postur belanja (pemerintah) pusat, hari hari ini kita sudah berpikir mengenai asumsi yang tidak pas lagi," paparnya. Ia menambahkan, terdapat sejumlah asumsi yang perlu disesuaikan, antara lain asumsi nilai tukar rupiah. "Di APBN kita masih pakai Rp10.500 (per dolar AS), tetapi saat ini (nilai tukar) sudah mendekati Rp12.000, walaupun hari ini sudah turun (di kisaran) Rp11.700," jelasnya.

Kondisi tersebut, lanjut Wamenkeu I, tentu akan memberikan implikasi kepada belanja pemerintah pusat. "Kalau di pusat yang kena pertama kali adalah subsidi BBM (bahan bakar minyak), dan kemungkinan lain yang bisa kena adalah pembayaran utang, karena utang kita dalam mata uang US dollar," imbuhnya. Selain itu, menurutnya, pada tahun 2014 ini kapasitas fiskal Indonesia akan rendah. "Oleh karena itu ada pertimbangan kemarin di pemerintah untuk melakukan APBN-P," jelasnya.(ak)