Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Jembatan gantung menjadi akses penghubung antardesa, menggerakkan ekonomi perdesaan dan menjadi objek wisata desa

Jembatan Gantung di Desa Berdayakan Mobilitas dan Ekonomi Masyarakat

Jakarta, 27/11/2018 Kemenkeu - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa manfaat jembatan gantung berdayakan ekonomi dan mobilitas masyarakat di desa.  

"Jembatan gantung sangat dibutuhkan dan kehadirannya disambut baik oleh masyarakat karena manfaatnya nyata. Ini untuk menggantikan yang Indiana Jones," kata Menteri Basuki. 

Dikutip dari rilis resmi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, selain menjadi akses penghubung antardesa, jembatan gantung juga menggerakkan ekonomi perdesaan dan menjadi objek wisata desa. Selain pelajar, jembatan juga dirasakan manfaatnya oleh warga yang biasa menjual barang dagangan ke pasar atau hendak pergi ke ladang. 

Jembatan gantung sangat membantu masyarakat karena geografis wilayah Indonesia yang memiliki banyak gunung, lembah dan sungai. Secara fisik, kondisi ini terkadang memisahkan lokasi tempat tinggal penduduk dengan berbagai fasilitas pelayanan publik seperti sekolah, pasar, dan kantor pemerintahan. 

Untuk itu, Kementerian PUPR menargetkan membangun 300 jembatan gantung yaitu tahun 2018, sebanyak 134 buah dan tahun 2019 sebanyak 166 buah. Salah satunya adalah Jembatan Gantung Sudisari I yang berlokasi di Kabupaten Magelang. 

Pembangunan jembatan gantung merupakan salah satu implementasi Nawacita, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (nr/rsa)