Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kebijakan APBN 2017: Ekspansif dalam Prinsip Kehati-Hatian

Jakarta, 22/11/2016 Kemenkeu - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 menerapkan prinsip kebijakan fiskal yang ekspansif, tetapi tetap menjaga kehati-hatian. Untuk merealisasikan hal tersebut, salah satu hal yang akan dilakukan oleh pemerintah adalah efisiensi belanja barang.

“Kebijakan fiskal kita adalah ekspansif namun tetap dalam prinsip kehati-hatian. Itu hanya bisa dilakukan tanpa membuat fiskal menjadi tidak prudent adalah melalui efisiensi belanja barang,” terang Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beberapa waktu lalu.

Dengan efisiensi belanja barang, pemerintah berharap tetap dapat mencapai tujuan APBN dalam memenuhi kebutuhan belanja prioritas pemerintah, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perbaikan kesejahteraan masyarakat, serta mitigasi bencana.

“Jadi kita tetap mencapai tujuannya, yaitu belanja untuk infrastruktur, belanja untuk prioritas pendidikan, kesehatan, memperbaiki kesejahteraan mayarakat terutama di level 40 persen terbawah, menjaga kondisi Indonesia dalam menghadapi kemungkinan bencana alam, namun pada saat yang sama, kita tidak melakukan ekspansi dengan menambah belanja terlalu banyak,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, dari sisi transfer ke daerah, dalam APBN 2017, besarannya sudah mendekati belanja Kementerian/Lembaga (K/L). Hal ini dikarenakan, banyak fungsi pemerintah pusat yang sudah didelegasikan kepada pemerintah daerah.

“Jadi sekarang perimbangan antara pusat dan daerah telah terjadi dan akan terus terjadi, karena sekarang peranan dari pemerintah pusat memang hanya terbatas pada fungsi-fungsi yang tidak didelegasikan,” katanya.(nv)

Informasi selengkapnya: APBN 2017