Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kebijakan Harus Dilakukan Secara Hati-Hati

Jakarta, 05/03/2013 MoF (Fiscal) News - Pemerintah akan mengkaji ulang kebijakan pembatasan impor holtikultura untuk disesuaikan dengan supply dan demand, agar tidak menekan laju inflasi. Pasalnya beberapa produk memberikan peranan dalam inflasi seperti bawang putih.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengakui banyak faktor penyebab laju inflasi tinggi di bulan Februari lalu. Namun, yang harus dicermati khususnya dari sektor pertanian, di mana kontribusi bawang putih terhadap inflasi sebesar 16 persen jauh di atas kondisi normal, akibat kekurangan suplai.

“Kita larang impor bawang putih, padahal produksi bawang putih di dalam negeri hanya sebesar 5 persen. Kalau bawang putih disumbat maka harga naik dan akan menghambat daya beli kita, karena kita ini produsen bawang merah,” ujar Hatta di Jakarta, Selasa (5/3).

Menurutnya, prinsip kebijakan holtikultura ada tiga yaitu konsisten menjaga swasembada, meningkatkan nilai tukar petani, dan menjaga keseimbangan supply dan demand. “Kalau tidak cukup maka impor dibuka sedikit tapi tetap meningkatkan produksi. Kita harus tetap melindungi petani kita,” urainya.

Lebih lanjut, Hatta menjelaskan agar setiap kebijakan teknis dikeluarkan secara hati-hati dan melakukan koordinasi dengan Menko Perekonomian. Karena dampak dari kebijakan bukan hanya pada satu sektor tetapi menyeluruh. “Tapi jangan dikatakan, policy kok berubah lagi. Itu tidak berubah, kita harus menuju pada swasembada,” pungkasnya. (ans)