Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
ilustrasi

KEK Mandalika dan Palu Siap Beroperasi

Jakarta, 10/08/2017 Kemenkeu - Berdasarkan hasil Sidang Dewan Nasional yang juga dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba, Bupati Pulau Morotai Beny Laos, serta perwakilan kepala daerah dan Pimpinan Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), disepakati bahwa KEK Mandalika dan KEK Palu dinyatakan siap beroperasi. KEK tersebut dapat direkomendasikan deklarasi kesiapannya oleh Presiden RI pada Agustus atau September 2017. Sedangkan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) dapat dinyatakan siap beroperasi, namun masih menunggu proses sertifikasi lahan seluas 518 ha, dan ditargetkan dapat beroperasi pada November 2017.

Beberapa capaian dari KEK Mandalika yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014 yang berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat adalah telah terdapat 3 (tiga) investor yang sedang membangun hotel berbintang lima, yaitu Pullman Hotel, Royal Tulip Hotel serta X2 Hotel. Dan 3 (tiga) investor yang akan mulai membangun pada awal 2018 yang meliputi ClubMed Hotel, Paramount Hotel serta Mozaique Jiva One Sky Hotel. Pada 2025, pembangunan kawasan ditargetkan akan mencapai Rp 2,2 triliun dan investasi pelaku usaha mencapai Rp 28,64 triliun.

Dikutip dari situs Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), minat investasi di KEK Palu (Sulawesi Tengah) yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2014 terlihat dari telah hadirnya 3 (tiga) investor yaitu PT Asbuton, PT Hong Thai dan PT Sofi Agro yang sedang membangun pabrik. PT Bangun Palu Sulteng telah melakukan Join Venture dengan PT STM Tunggal Jaya untuk pembangunan dan pengelolaan kawasan dan PT Cheongsu Power Indonesia untuk pembangunan water treatment plan pada 1 Agustus 2017. Pada 2025, pembangunan kawasan ditargetkan akan mencapai Rp 1,7 triliun dan investasi pelaku usaha mencapai Rp 92,4 triliun. (nr/rsa)