Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kemenkeu, Bappenas dan BI Selenggarakan Pre Heating Workshop

Jakarta, 09/11/2015 Kemenkeu - Perekonomian Indonesia tidak dapat selamanya bergantung pada komoditas. Beberapa tahun terakhir, pemerintah telah berupaya untuk memperbesar celah fiskal yang memungkinkan pemerintah untuk mengambil kebijakan ekspansi apabila diperlukan. Contoh, dari sisi belanja, pada akhir tahun 2014 pemerintah telah mengurangi penyaluran subsidi Bahan Bakar Minyak dan mengalihkan ke belanja infrastruktur dan jaminan sosial.


Sejak 2013, Kementerian Keuangan dan BAPPENAS serta Bank Indonesia telah melaksanakan seminar dan workshop internasional yang memiliki tema berkesinambungan. Tujuan utamanya adalah untuk menggugah kesadaran masyarakan akan risiko Middle Income Trap (MIT). Pada tahun ini, kembali akan digelar International Forum Economic Development and Public Policy yang bertajuk “Fiscal Reform to Support Strong and Equitable Growth: Striking The Right Balance”. Forum ini akan dilaksanakan di Bali pada 10-11 Desember 2015. Untuk menyongsong acara tersebut, Pre Heating Workshop diselenggarakan di Bandung yang berisi rangkaian serial seminar tentang Reformasi Fiskal. Seminar sejenis juga direncanakan akan berlangsung di Fakultas EKonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi, Manado pada 13 November 2015.


“Kedua seminar ini diinisiasi oleh Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Bappenas, dan Bank Indonesia dengan kerja sama dari universitas lokal seperti Universitas Padjajaran di Bandung dan Universitas Sam Ratulangi di Manado. Tujuan utama dari seminar-seminar pendahuluan ini adalah tentunya untuk untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait dengan peran serta mereka dalam pembangunan Indonesia. Selain itu, tujuannya adalah untuk mendapatkan masukan bottom-up dari kalangan ekonom, akademisi, dan pihak-pihak terkait. Masukan-masukan dari kalangan tersebut sangat penting karena menggambarkan apakah terdapat kesamaan tujuan antara pemerintah dan stakeholdersnya,” jelas Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Parjiono. Hasil yang diperoleh dari seminar pendahuluan ini akan menjadi masukan yang sangat berharga bagi pelaksanaan forum internasional di bulan Desember mendatang. (as)