Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kemenkeu Konsisten Terapkan Bea Keluar Progresif Ekspor Mineral Mentah Olahan

 

Jakarta, 20/01/2014 Mof (Fiscal) News – Pemerintah konsisten dengan pendiriannya untuk menyiapkan bea keluar progresif terhadap ekspor mineral mentah olahan meski ditentang oleh sektor tambang di dalam negeri. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) II Bambang P.S. Brodjonegoro menegaskan, tidak akan melakukan revisi terhadap kebijakan bea keluar progresif tersebut. “Yang lebih kuat perusahaan atau negara?” ujar Wamenkeu II, Kamis (16/1) di Jakarta.


Dalam kesempatan berbeda, Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menegaskan bahwa tarif bea keluar diterapkan naik mulai 20 persen sampai dengan 60 persen. Sementara, pemberian insentif pajak diberikan secara bertahap setiap semester sampai dengan 31 Desember 2016. “Untuk mendorong pelaku usaha segera melakukan kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral dengan membangun pabrik smelter,” kata Menkeu.


Susunan tarif bea keluar atas ekspor produk mineral yang sudah memenuhi batas pengolahan, misalnya produk konsentrat tembaga, sejak 12 Januari sampai 30 Juni 2014 ditetapkan sebesar 25 persen. Selanjutnya, mulai 1 Juli sampai dengan 31 Desember 2014 ditetapkan sebesar 25 persen. Pada tahun 2015, mulai 1 Januari hingga 31 Juni, dikenakan bea keluar sebesar 35 persen, lalu mulai 1 Juli hingga 31 Desember dikenakan bea keluar sebesar 42 persen. Selanjutnya, pada tahun 2016, sejak 1 Januari sampai dengan 30 Juni dikenakan bea keluar sebesar 52 persen dan sejak 1 Juli hingga 31 Desember akan dikenakan bea keluar sebesar 60 persen.(nic)