Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kemenkeu Luncurkan Lima Capaian Inisiatif Strategis Transformasi Kelembagaan

Surabaya, 23/10/2015 Kemenkeu – Setelah meluncurkan enam quick wins Transformasi Kelembagan pada awal tahun 2015,  Kementerian Keuangan akan kembali meluncurkan beberapa produk unggulan dari berbagai inisiatif strategis.

Seperti diketahui, keenam quickwins yang telah diluncurkan tersebut meliputi pengembangan kapasitas Kring Pajak 500-200, Kantor Modern 2.0 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Modul Penerimaan Negara Generasi-2 (MPN G2) Ditjen Perbendaharaan, Arsitektur dan Informasi Kinerja (ADIK) Direktorat Jenderal Anggaran, Sistem Informasi Pengadaan Langsung (SIMPeL) dari Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Sekretariat Jenderal, dan e-Auction dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

Bermodalkan berbagai capaian yang telah diraih tersebut, Kemenkeu akan kembali meluncurkan beberapa produk unggulan dari berbagai inisiatif strategis. Peluncuran dilakukan saat Kemenkeu menyelenggarakan roadshow program Transformasi Kelembagaan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur I pada Jumat (23/10).

Beberapa produk unggulan tersebut yaitu pertama, Pembayaran Pajak melalui Mini ATM, bekerja sama dengan Bank BRI dan Bank BNI. Kedua, monitoring room kawasan berikat untuk meningkatkan pengawasan terhadap penerima fasilitas kawasan berikat. Ketiga, pedoman Standard Operating Procedure (SOP) berbasis Responsible, Approval, Support, Consult, dan Informed (RASCI).

Keempat, sistem monitoring dan evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) melaui Online Monitoring SPAN (OM SPAN) dan Sistem Monitoring dan Evaluasi Kinerja Pengganggaran (SMART). Terakhir, Co-Location, yang merupakan wujud sinergi Ditjen Perbendaharaan, DJKN dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko untuk melaksanakan layanan bersama di daerah dengan konsep one stop service.

"Semua yang disampaikan tadi merupakan janji, atau launching inisatif, sehingga di program roadshow transformasi Kelembagaan berikutnya kita akan tagih, bagaimana implementasinya,” kata Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dalam sambutannya. Ia menambahkan, yang lebih penting adalah jaminan agar inisiatif tersebut dapat terimplementasi dengan baik di lapangan, sehingga perlu komitmen bersama dari pusat dan daerah.

Selain itu, lanjutnya, penilaian dari pengguna jasa juga diperlukan. “Karena yang menilai keberhasilan kita adalah para stakeholders, mitra kerja kita, sehingga diperlukan suatu pengakuan, testimoni, penegasan dari para stakeholders, tetapi kita selalu terbuka terhadap saran dan kritik dari stakeholders,” jelasnya. Dengan seluruh inisiatif tersebut, ia mengajak jajaran Kemenkeu untuk terus melakukan continous improvement dan continous innovation, sehingga capaian yang telah diraih Kemenkeu selalu dapat dikembangkan.(nv)