Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kemenkeu Optimistis Paket Kebijakan Berjalan Lancar

Jakarta, 10/12/2013 MoF (Fiscal) News – Pemerintah kembali mengeluarkan paket kebijakan baru sebagai lanjutan kebijakan tahap pertama. Dalam dua kebijakan yang diatur Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tersebut, pemerintah melakukan penyesuaian pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 Atas Impor Barang Tertentu menjadi 7,5 persen dan memberikan kemudahan perizinan dan pelayanan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menjelaskan, kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi tekanan neraca transaksi berjalan dari sisi impor.


Menanggapi kebijakan tersebut, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Luky Alfirman mengaku optimistis dengan dikeluarkannya kebijakan tersebut. Menurutnya, paket kebijakan jilid II merupakan pelengkap dari kebijakan sebelumnya. “Paket kebijakan jilid II ini sudah melalui proses panjang di beberapa kementerian teknis, sehingga ke depannya implementasi dari paket kebijakan jilid II ini dapat berjalan lancar,” kata Luky pada salah satu media nasional.


Menurutnya, kunci kesuksesan paket kebijakan jilid pertama dan kedua adalah adanya koordinasi dengan semua kementerian teknis, baik dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral maupun Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ia menambahkan, paket kebijakan jilid II ini juga merupakan pelengkap dari kebijakan penaikan BI rate yang dilansir oleh Bank Indonesia. “Dengan adanya kombinasi antara kebijakan fiskal dan moneter, diharapkan dapat mengurangi defisit neraca transaksi berjalan," ujarnya.(nic)