Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kemenkeu Selenggarakan Seminar Ekonomi Terkini di Bandung

Jakarta, 27/09/2016 Kemenkeu - Kementerian Keuangan menyelenggarakan Seminar Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini di Gedung Keuangan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Provinsi Jawa Barat (Jabar). Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan dan informasi terkini, mengenai berbagai kebijakan yang dikeluarkan Kemenkeu, antara lain kebijakan fiskal, kebijakan transfer ke daerah, maupun perkembangan ekonomi daerah, khususnya di Provinsi Jabar.


Saat sambutan, Sekretaris Jenderal Kemenkeu membahas mengenai program amnesti pajak yang sedang berlangsung. Ia menyatakan bahwa amnesti pajak dirancang untuk memperluas basis data perpajakan yang lebih valid dan komprehensif guna meningkatkan tax ratio. “Respon positif terhadap program amnesti pajak tampak dari laporan statistik realisasi amnesti pajak yang menunjukkan progres menggembirakan dari hari ke hari. Berdasarkan data dari dashboard amnesti pajak per hari ini total pembayaran uang tembusan mencapai Rp58,6 triliun,” jelasnya saat acara.


Di kesempatan yang sama, Gubernur Provinsi Jawa Barat Ahmad Heryawan juga memberikan Keynote Speech , dimana ia menyatakan bahwa capaian laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat pada tahun 2015 sebesar 5,03% yang masih berada di atas rata-rata laju pertumbuhan Ekonomi Nasional sebesar 4,79%. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tentunya belum menjamin kesejahteraan masyarakat meningkat secara merata. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya agar pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat adalah pertumbuhan ekonomi yang berkualitas yaitu pertumbuhan ekonomi yang mendorong terciptanya pemerataan pendapatan serta pengentasan kemiskinan dan pengangguran.


Sebagai informasi, seminar hari ini merupakan penyelenggaraan ke XVII yang sebelumnya dilaksanakan di kota Mamuju, dan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Forum Ekonom Kemenkeu di seluruh Indonesia. Melalui pelaksanaan seminar ini, diharapkan dapat memperoleh feedback yang positif untuk merumuskan berbagai kebijakan fiskal yang akan datang. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif bersama pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (as)