Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kemenkeu Terus Lakukan Transformasi di Bidang Pengelolaan Keuangan Negara

Jakarta, 19/10/2021 Kemenkeu – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) harus terus melakukan transformasi di bidang pengelolaan keuangan negara dalam menghadapi lingkungan yang terus berubah. Diantaranya, tantangan pandemi, perubahan iklim, teknologi digital, serta tantangan lain dalam mengelola pemulihan ekonomi untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan tujuan bernegara.

“Kemenkeu terus melakukan perubahan. Ada adopsi dan adaptasi bahkan berinovasi dari teknologi digital yang merupakan salah satu core dalam sistem kita menjalankan bisnis proses di Kemenkeu,” ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat menjadi pembicara kunci pada Festival Transformasi 2021 bertema Transformasi Pelayanan Publik di Indonesia yang Modern dan Inklusif, Selasa (19/10).

Menkeu melanjutkan, beberapa transformasi telah dilakukan Kemenkeu. Di bidang perbendaharaan negara dengan membangun MPN, SPAN, dan SAKTI. Di bidang perpajakan melalui Coretax. Di bidang kepabeanan dengan CEISA.

Di tahun ini, beberapa program inisiatif strategis transformasi Kemenkeu yang dilaksanakan meliputi pelayanan digital Kemenkeu guna menyatukan atau mengharmonisasikan layanan di masing-masing unit dan mengimplementasikan portal layanan digital yang terintegrasi, National Logistic Ecosystem yang merupakan satu kelompok platform pemerintah dan swasta terkait logistik dari hulu ke hilir, integrasi proses bisnis perencanaan dan penganggaran untuk memastikan data dari sistem penganggaran memberikan umpan balik ke sistem perencanaan, sistem manajemen pengelolaan aset negara yang mengelola aset secara end to end, dan self service government platform merupakan simplifikasi penggunaan anggaran melalui penggunaan teknologi digital.

“Itu semangat reform dengan memanfaatkan teknologi yang terus berubah. Namun teknologi bisa memberikan kita suatu perubahan dan mengakselerasi perubahan secara efektif apabila mindset dan kultur organisasi juga berubah. Membutuhkan suatu pemikiran organisasi yang memiliki orientasi yang jelas, paham lingkungan yang berubah, memahami teknologi yang menjadi suatu unsur yang akan kita manfaatkan, dan memahami manusia SDM yang dimiliki, serta budaya organisasi kita kuatkan,” tandas Menkeu. (dj/mr/hpy)