Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kemenkeu Yakini Perhitungan Terkait BI Rate


 

Jakarta, 12/01/2012 MoF (Fiscal) News – Kementerian Keuangan yakin Bank Indonesia (BI) telah memperhitungkan implikasi berbagai hal dengan menahan BI rate pada level 6 persen. Demikian disampaikan Wakil Menteri Keuangan 1 Anny Ratnawati saat ditemui di Gedung A.A. Maramis Kementerian Keuangan, Jakarta pada Kamis (12/1).

Wamenkeu menyampaikan, sebagai otoritas moneter, BI juga telah memperhitungkan implikasinya terhadap likuiditas. "Kalau BI sudah menetapkan itu pasti sudah menghitung implikasinya pada likuiditas dalam keadaan aman. Kalau saya yakin begitu karena tidak mungkin juga otoritas moneter tidak pertimbangkan banyak faktor," jelas Wamenkeu.

Dengan keputusan ditahannya BI rate, sebagai otoritas fiskal, Kementerian Keuangan akan menjadikan BI rate sebagai acuan postur Surat Perbendaharaan Negara (SPN) untuk menjalankan fiskal. "Tetap kita jalankan yang sudah ada BI rate dalam posturnya SPN 3 bulan. Jadi itu yang kita pake," ungkap Wamenkeu.

Saat ini bagi Kemenkeu, yang paling penting adalah bagaimana menjaga belanja pada kuartal 1 tahun 2012 dapat terserap dengan baik di awal tahun. "Buat kita sekarang yang penting jaga belanja di kuartal 1 termasuk pergerakan harga internasional, mulai minyak, monitor sudah itu. Kemudian sampai sejauh mana nanti dampak krisis global ke kita lewat apa, misal ekspor," pungkas Wamenkeu. (sgd)