Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kementerian Keuangan dan BI Terus Pantau Rupiah

Jakarta, 25/6/2013 MoF (Fiscal) News - Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menyatakan bahwa setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dilakukan oleh pemerintah pada Jumat (21/6), nilai tukar rupiah diprediksi akan lebih baik. “Setelah BBM dinaikkan, rupiahnya akan jauh lebih baik. Sekarang paling tidak kita sudah cegah agar tidak menjadi lebih buruk,” kata Menkeu, Senin (24/6). Kebijakan Quantitative Easing (pelonggaran kebijakan moneter) yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed memang memberikan tekanan terhadap rupiah.

 “Tentu tidak bisa dihindari gejolak ini akan terjadi di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Jadi tekanan terhadap rupiah itu kecenderungannya memang ada,” katanya. Namun, lanjut Menkeu, dampak kebijakan The Fed tersebut juga terjadi terhadap nilai tukar mata uang di negara lain, khususnya di kawasan Asia. Pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan akan terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga rupiah agar tetap sesuai dengan kondisi fundamentalnya.

“Tentu pressure-nya di seluruh dunia itu terjadi tapi yang paling penting kita siapkan langkah-langkah untuk terus koordinasi dengan BI. Ini juga mungkin sesuatu yang tidak akan berlangsung satu dua hari saja,” kata Menkeu.

Menurut Menkeu, dampak Quantitative Easing akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang. Melalui Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK), pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan juga akan terus memantau kondisi keuangan di Indonesia. (iin)