Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kementerian Keuangan Masih Godok APBN-P 2013

Jakarta, 06/03/2013 MoF (Fiscal) News – Kementerian Keuangan mengatakan APBN-P 2013 masih dalam proses analisis. Analisis ini dilakukan walaupun disebut bahwa DPR sudah mempersilahkan Pemerintah untuk mempercepat APBN-P 2013. "Kita masih harus melihat pengkajian aspek-aspek khususnya makro. Apalagi kebutuhan pengeluaran-pengeluaran negara yang belum dianggarkan," ujar Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo di Jakarta, Selasa (5/3). Menkeu juga masih terus mencermati produksi migas nasional untuk menjaga kesehatan APBN.

“Sebetulnya semua asumsi-asumsi itu pergerakannya terus kita lakukan kajian. Jadi bukan hanya masalah lifting minyak, tapi juga gas yang juga terkoreksi, nilai tukar dan juga potensi inflasi. Itu terus menjadi monitoring kita untuk menjaga kesehatan fiskal kita,” ujar Menkeu. Menkeu mengatakan, instansi yang lain bisa saja melakukan perubahan-perubahan outlook. Namun, pemerintah, karena terikat Undang-Undang APBN, maka harus melakukan dalam bentuk APBN-P. "Kalau adjustment itu biasanya kita lakukan di dalam forum APBN-P, kan APBN itu didasari oleh UU, jadi kita enggak bisa melakukan secara sendiri oleh pemerintah,"

 Sementara itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengaku belum membahas kenaikan ICP ini dan dampaknya bagi BBM bersubsidi. "Belum, kita belum bahas soal itu. Belum fokus bahas itu, kita ingin bahas soal sektor migas secara keseluruhan, lifting (produksi), pengendalian semua dibahas," katanya. Senada dengan Hatta, Wamenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Suswoutomo mengungkapkan kebijakan menaikkan BBM bersubsidi belum ada pembahasan. "Belum (ada kenaikan harga BBM)," katanya usai rapat di Kementerian Perekonomian Jakarta, Selasa (5/3/2013). (iin)