Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kenaikan BI Rate Sejalan Dengan Kebijakan Pemerintah Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta, 30/08/2013 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri meyakini kebijakan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 7%, tidak akan berdampak negatif terhadap target pertumbuhan ekonomi. Kebijakan bank sentral tersebut, lanjut Menkeu, masih sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Dalam situasi seperti ini yang dipentingkan stabilitas. Kebijakan menaikan (BI rate) ini sejalan dengan mendorong pertumbuhan. Growth kita 5,9%. Untuk jaga itu, paketnya sudah keluar. Yang penting jangan ada PHK,” ujar Menkeu di Jakarta, Kamis (29/8).

Menkeu mengatakan bahwa kenaikan BI rate dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan inflasi. Pasalnya, pemerintah memperkirakan inflasi berpeluang naik hingga pada akhir tahun ini. “BI rate naik 50% konsisten dengan growth (pertumbuhan ekonomi) 5,9%, dengan defisit current account yang mau ditekan,” ungkap Menkeu.

Sementara itu, menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi A. Johansyah, kenaikan ini untuk memperkuat bauran kebijakan lanjutan. Pertama, menaikkan BI rate sebesar 50 bps menjadi 7,00 persen, suku bunga Lending Facility (LF) sebesar 25 bps menjadi 7,00 persen, dan suku bunga Deposit Facility (DF) sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen.

Kebijakan BI tersebut direspons positif oleh pasar. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat sebesar 77,12 poin atau 1,92 persen ke posisi 4.103,59 menyusul kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) sebesar 50 basis poin dari 6,5 persen menjadi tujuh persen.

Sedangkan nilai tukar rupiah terapresiasi terhadap dolar AS pada Kamis sore. Nilai tukar rupiah ditransaksi antarbank di Jakarta pada Kamis sore bergerak menguat sebesar 360 poin menjadi Rp10.920 dibanding sebelumnya di posisi Rp11.280 per dolar AS. (nic)