Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kenaikan Harga BBM Bisa Perbaiki Defisit Kembar

Jakarta, 14/06/2013 MoF (Fiscal) News – Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, menurut Menteri Keuangan M. Chatib Basri, dapat berpengaruh pada perbaikan defisit kembar (defisit neraca perdagangan dan defisit anggaran) yang tengah terjadi, yang disebabkan oleh konsumsi BBM yang besar dan terus meningkat. “Porsi BBM yang besar bukan hanya mobil motor, tapi juga penyelundupan,” katanya di Kantornya Gedung Djuanda 1, Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (14/6).

Menurutnya, disparitas harga BBM di Indonesia yang lebar menyebabkan penyelundupan tidak dapat dihindari. “Karena ada perbedaan harga ini semakin besar keinginan orang untuk nyelundupin karena profitnya makin besar,” jelasnya. Hal tersebut berbeda jika harga BBM dinaikkan atau memperpendek disparitas harganya. Jika disparitas harga makin kecil, maka keinginan orang untuk melakukan penyelundupan juga semakin kecil. Akibatnya porsi besar konsumsi BBM yaitu dari penyelundupan akan berkurang.

“BBM kita itu kita impor. Kalau konsumsinya menurun maka impor migas akan turun. Kalau impor migas turun maka neraca perdagangan akan membaik. Kalau neraca perdagangan membaik maka tekanan pada rupiah akan menurun,” pungkasnya. (fin)