Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kenaikan Harga BBM untuk Arahkan Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Jakarta, 19/06/2013 Fiscal News MoF – Sebagai hasil bumi yang memiliki peran penting di masyarakat, kebijakan terkait Bahan Bakar Minyak memang menyangkut semua kegiatan manusia. Menurut Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari, dengan naiknya harga BBM tentu akan mengerek harga-harga bahan pokok. Namun, hal ini untuk sebuah kebijakan untuk mengarahkan subsidi lebih tepat sasaran.

“Saat harga BBM naik, harga-harga bahan pokok juga akan naik. Tapi kita juga ketahui subsidi memberatkan dan tidak tepat sasaran. Karena besarnya susbisi bbm, anggaran pemerintah untuk mendukung kesejahteraan masyarakat untuk mengurangi kemiskinan dan membangun infrastruktur jadi terbatas,” jelasnya saat memberikan sambutan dalam Sosialisasi Kebijakan Kenaikan Harga BBM & Kompensasinya Kepada Para Pimpinan Organisasi Perempuan di Tingkat Pusat, pada Rabu (19/6).

Menurutnya, subsidi yang tidak tepat sasaran ini tidak memberikan keadilan bagi masyarakat miskin sehingga bertentangan dengan UUD 1945 pasal 27. Oleh karena itu, kenaikan BBM bersubsidi adalah langkah positif untuk mendukung kebijakan presiden, di mana penyesuaiannya dilakukan dengan terbatas dan terukur. “Lebih adil dan tepat sasaran dan disertai program perlindungan pada kelompok yang tidak mampu,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan I Anny Ratnawati juga menyebutkan bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi dapat mengerem konsumsi masyarakat untuk menjaga cadangan minyak hingga 38 tahun. “Kalau tanpa kebijakan kenaikan BBM, konsumsi BBM rata-rata naik 10 persen, jadi diperkirakan cadangan minyak Indonesia habis dalam 20 tahun,” katanya. (fin)