Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kenaikan PPnBM, Tanda Pemerintah Serius Perbaiki Transaksi Berjalan

Jakarta, 05/12/2013 MoF (Fiscal) News – Kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) bagi mobil mewah sampai dengan tas bermerek, pada dasarnya merupakan sinyal bahwa pemerintah serius melakukan perbaikan posisi transaksi berjalan dan berbagai indikator lain. 

 

"PPnBM terhadap barang mewah karena ini menunjukkan ada urgensi. Jadi, barang-barang yang sebetulnya kita tidak bisa konsumsi, ya kita kurangi lah. Caranya dilakukan dengan PPnBm ini. Jangan diharapkan bahwa PPnBM dinaikin defisit transaksi berjalan turun," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri, Rabu (4/12).
 
Menurut Menkeu, kebijakan PPnBM memang tidak signifikan dalam mendorong penurunan posisi defisit neraca dari segi jumlah, karena jumlah barang mewah khususnya mobil tidak begitu banyak. Namun, Menkeu yakin hal tersebut dapat memunculkan pesan pada pasar bahwa pemerintah serius mengurangi impor. "Jumlah mobil mewah di Indonesia berapa sih? Seribu? Tidak cukup besar untuk mendorong penurunan secara signifikan," kata Menkeu. 
 
Seperti diketahui, beberapa kebijakan telah digulirkan Kementerian Keuangan dalam rangka menindaklanjuti paket kebijakan Agustus lalu. Salah satu yang akan dikeluarkan Kementerian Keuangan adalah revisi terhadap aturan besaran PPnBM. Melalui kebijakan tersebut, diharapkan bisa mengurangi volume impor produk konsumsi, sehingga neraca perdagangan membaik. (nic)