Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kenaikan TTL Hemat Anggaran Subsidi Hingga Rp8 Triliun



Jakarta, 07/02/2014 MoF (Fiscal) News - Kementerian Keuangan memperkirakan, rencana kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) akan menghemat subsidi listrik hingga Rp8 triliun. Demikian diungkapkan Direktur Jendral (Dirjen) Anggaran Askolani di Jakarta pada Kamis (7/2).


Dirjen Anggaran menjelaskan, penghematan tersebut lebih rendah dari perkiraan awal yang mencapai Rp11 triliun. Hal ini dikarenakan, menurut perhitungan awal pemerintah, kenaikan dilakukan mulai Januari 2014. Namun, setelah disepakati bersama komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), kenaikan baru dimulai pada Bulan Mei. "Disepakati dilakukan (Kenaikan TTL) mulai Mei, dan bertahap supaya tidak memberatkan industri, sehingga penghematannya yang direncanakan Rp11 triliun hanya menjadi Rp8 triliun. Ini ada gap Rp3 triliun dan akan kita perhitungkan dalam APBN-P (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan)," terangnya.


Seperti di ketahui, Komisi VII DPR dan pemerintah sepakat memberlakukan kenaikan tarif tenaga listrik bagi pelanggan industri besar secara berkala setiap dua bulan hingga mencapai tarif keekonomiannya. Kenaikan tersebut akan berlaku mulai 1 Mei 2014, dengan total besaran kenaikan tarif listrik berkisar 38,9 persen sampai dengan 64,7 persen.


Penghapusan subsidi tersebut akan secara bertahap terhadap pelanggan industri menengah (I3) yang merupakan perusahaan terbuka dan industri besar (I4). Kelompok I3 adalah pelanggan dengan daya lebih dari 200 kilovolt ampere (kVA) hingga 30.000 kVA, sementara kelompok I4 adalah pelanggan dengan daya di atas 30.000 kVA.(ans)