Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kenaikan TTL Tidak Berdampak Besar pada Inflasi

Jakarta, 24/02/2014 MoF (Fiscal) News – Bank Indonesia (BI) memperkirakan kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) tidak akan memberikan dampak yang besar terhadap inflasi. Hingga akhir tahun, inflasi diperkirakan tetap akan berada di level 4,5 persen plus minus 1 persen.


Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan, tahun ini akan ada beberapa tekanan terhadap inflasi, yaitu kenaikan TTL industri, kenaikan Upah Minimun Provinsi (UMP), kenaikan harga gas elpiji 12 kilo gram (kg), dan bencana alam. Berdasarkan perhitungan BI, kenaikan TTL sebesar 39 persen untuk industri kelas III dan 69 persen untuk industri kelas IV hanya akan memberikan pengaruh terhadap inflasi sebesar 0,14 persen. “Tidak terlalu besar dampak yang disebabkan oleh TTL,” ujar Juda pada Sabtu (22/2).


Sementara itu, kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) akan memberikan dampak sebesar 0,07 persen terhadap inflasi. BI, lanjut Juda, juga mulai menghitung dampak bencana alam erupsi Gunung Kelud yang diperkirakan hanya sebesar 0,05 persen. “Dampak Kelud ini lebih karena hasil pertanian yang sedikit terganggu,” tuturnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, inflasi Januari 2014 yang sebesar 1,07 persen terutama disumbang oleh kenaikan harga elpiji 12 kg sebesar 0,17 persen dan pelemahan nilai tukar terefleksi ke harga sebesar 0,23 persen.(ans)