Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kendalikan Inflasi, Pemerintah dan BI Perkuat Koordinasi Kebijakan

Jakarta, 03/05/2016 Kemenkeu - Sejalan dengan perkiraan Bank Indonesia, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2016 mencatat deflasi sebesar 0,45% (mtm). Deflasi IHK terutama disumbang oleh deflasi komponen barang yang diatur pemerintah (administered prices) dan komponen bahan makanan bergejolak (volatile foods). Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK secara tahunan (yoy) mencapai 3,60% (yoy) serta berada dalam kisaran sasaran inflasi Bank Indonesia, yaitu sebesar 4%±1% (yoy).
Dalam mengendalikan inflasi, koordinasi kebijakan Pemerintah dan BI akan terus diperkuat. Dalam jangka pendek, penguatan koordinasi akan difokuskan pada upaya untuk mengendalikan tekanan inflasi menjelang bulan puasa dan lebaran.


Menurut Deputi Direktur Departemen Komunikasi Andiwian, kelompok administered prices (AP) secara bulanan (mtm) dan tahunan (yoy) mencatat deflasi masing-masing sebesar 1,70 persen (mtm) dan 0,84 persen (yoy). Dari data yang dilansir melalui laman BI, deflasi kelompok AP pada bulan April 2016 terutama didorong oleh penurunan harga BBM, tarif angkutan umum, dan tarif tenaga listrik (TTL).


Kelompok volatile foods (VF) secara bulanan mencatat deflasi sebesar 1,04% (mtm), atau secara tahunan mengalami inflasi sebesar 9,44% (yoy). Deflasi kelompok VF terutama bersumber dari penurunan harga komoditas cabai merah dan beras, seiring dengan berlangsungnya panen raya. Selain itu, deflasi VF juga didorong oleh penurunan harga ikan segar, daging ayam ras, dan cabai rawit. Sementara itu, inflasi inti masih relatif rendah dan tercatat sebesar 0,15 persen (mtm) atau 3,41 persen (yoy), terutama karena terjaganya ekspektasi inflasi dan masih terbatasnya permintaan domestik. (as)