Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Kepala BKF Suahazil Nazara sebagai pembicara pada seminar nasional dengan tema “Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan dan Menurunkan Kesenjangan Melalui Peningkatan Efektivitas Program Perlindungan dan Jaminan Sosial” dalam rangkaian kegiatan Hari Oeang ke-71 di Gedung Dhanapala, Jakarta, Kamis (19/10).

Kepala BKF: Perlu Strategi Baru Turunkan Kemiskinan

Jakarta, 20/10/2017/ Kemenkeu - Pemerintah memerlukan strategi baru dalam menurunkan tingkat kemiskinan di bawah dua digit mengingat semakin rendah tingkat kemiskinan semakin susah diturunkan. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal (Kepala BKF) Suahazil Nazara pada seminar nasional dengan tema “Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan dan Menurunkan Kesenjangan Melalui Peningkatan Efektivitas Program Perlindungan dan Jaminan Sosial” di Gedung Dhanapala, Jakarta, Kamis (19/10).

“Penanggulangan kemiskinan itu atau penuntasan kemiskinan karena tingkat kemiskinan Indonesia antara 10-11%. Kita masih mencari kapan tingkat kemiskinan Indonesia ini bisa di bawah 10%. Semakin rendah tingkat kemiskinan Indonesia semakin susah nuruninnya. Karena kalau dia semakin mengecil maka biasanya, yang tinggal itu, masih termasuk dalam kategori miskin atau hidup di bawah garis kemiskinan,” jelas Kepala BKF.

Strategi yang dulu efektif misalnya dengan pemberian beras untuk keluarga miskin (raskin) dirasa tidak lagi efektif untuk menurunkan tingkat kemiskinan di masa ini atau masa depan.  Untuk itu, dari seminar nasional ini diharapkan adanya strategi baru yang lebih tepat dan efektif.

“Karena itu, diperlukan strategi baru. Kalau dulu kita yakin bahwa dikasih raskin, digelontorkan raskin itu bisa membantu setiap kali menghitung tingkat kemiskinan, tapi sekarang, nanti kalau sudah menuju 10% misal diturunkan lagi ke 9,5%, ke 9% tidak bisa sekedar rasta (beras sejahtera). Rastanya mungkin harus benar-benar terarah,”.

Kepala BKF mengharapkan hasil seminar tersebut dapat memberikan masukan-masukan yang inovatif dan konkrit untuk merumuskan strategi yang efektif mengentaskan kemiskinan dan menurunkan kesenjangan. (bit/nr)