Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kepala BKPM: Prospek Cerah Kerja Sama Investasi Australia – Indonesia

Jakarta, 22/02/2017 Kemenkeu - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menjelaskan, dalam kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo ke Australia, 25-26 Februari 2017 yang akan datang, salah satu agenda utamanya adalah di sisi ekonominya, yaitu perundingan IA CEPA (Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement) yang merupakan perjanjian perdagangan dan investasi.


“Kami tidak melihat kendala untuk perjanjian kerja sama itu dituntaskan di tahun ini,” kata Lembong kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/2).


Kalau perjanjian-perjanjian itu berhasil dituntaskan, lanjut Kepala BKPM itu, maka tahun 2017 ini akan menjadi perjanjian perdagangan bilateral pertama buat Indonesia dengan Australia, dalam lebih dari 10 tahun.


Dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, dialog kerja sama ekonomi Australia – Indonesia cukup besar tekanannya di sisi investasi. “Tadi kami laporkan bahwa yang sudah jalan adalah investasi cukup besar di pertambangan, pertambangan emas,” ujarnya.


Menurut Lembong, waktu Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan dirinya ke Australia, pada  November lalu, ada penandatanganan kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) antara Newcrest dengan PT. Aneka Tambang (Antam), dimana Newcrest menganggarkan lebih dari 1 miliar dolar AS untuk eksplorasi emas di Indonesia dalam lima tahun ke depan melalui kerja sama dengan PT. Antam. (nr/rsa)