Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kepala BKPM: RI Dapat Tingkatkan Kembali Rating Prospek Utang

Jakarta, 07/05/2013 MoF (Fiscal) News – Pemerintah optimistis Indonesia mampu memperbaiki dan meningkatkan kembali rating prospek utang Indonesia. Demikian disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri, pada Senin (6/5) di Jakarta. Optimisme Chatib tersebut menyusul penurunan rating prospek utang Indonesia dari lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) dari positif ke stabil, yang dinilai masih memungkinkan untuk diperbaiki.

Pihaknya bahkan memandang, penurunan rating prospek utang Indonesia dari S&P tidak akan memberikan dampak yang signifikan bagi Indonesia. Pernyataan Chatib tersebut didasari kondisi makro ekonomi yang kuat dan stabil serta tingkat inflasi yang relatif terkendali. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diprediksi masih akan tumbuh mencapai 6,2 persen. “Justru di saat negara lain terus berupaya mencapai pertumbuhan ekonomi 0 persen hingga 1 persen. Begitu pula dengan inflasi, yang juga masih stabil di angka perkiraan 4,5 persen,” kata Chatib.

Namun demikian, Chatib melihat penurunan rating prospek utang Indonesia dari S&P merupakan sebuah pemberitahuan bagi pemerintah untuk segera menciptakan momentum dan mengakselerasi berbagai perbaikan pada bidang ekonomi. “Saat ini, pemerintah memang terus berusaha untuk melakukan perbaikan itu,” tegasnya. Selain itu, adanya imbal hasil yang lebih besar dibandingkan dengan kebanyakan negara lain di dunia tetap menjadi daya tarik tersendiri untuk berinvestasi di Indonesia.

Sebagai informasi, pekan lalu, lembaga pemeringkat Standard & Poor’s merevisi prospek utang Indonesia menjadi stabil dari sebelumnya positif. S&P menyatakan bahwa posisi rating tersebut didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat dalam dekade terakhir, pengelolaan fiskal yang berhati-hati, dan beban utang pemerintah yang rendah. Meski demikian S&P menilai momentum perbaikan terlalu lama, sedangkan potensi untuk peningkatan rating telah berkurang. (ak)