Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kepala KPP Purwokerto: Bangun Kepercayaan Masyarakat Dengan Pelayanan Prima

Purwokerto, 23/08/2013 MoF (Fiscal) News – Tim Penilai Kantor Pelayanan Percontohan yang beranggotakan Kepala Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan Kementerian Keuangan , Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Wakil Sekretaris Pengadilan Pajak melakukan penilaian terhadap Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Purwokerto pada Kamis (22/8). Acara dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah II Yoyok Satiotomo.

Dalam paparannya, Kepala KPP Purwokerto Sudarmawan Haris Hartadi menyampaikan bahwa sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan prima dan peningkatan citra kepada masyarakat. Hal ini dikarenakan, dengan kepercayaan dari Wajib Pajak(WP), KPP Purwokerto dapat bekerja lebih baik lagi dalam menghimpun penerimaan negaradengan optimal.

Ia menambahkan, selain telah melakukan peningkatan pelayanan dan kinerjanya, KPP purwokerto juga telah melakukan beberapa inovasi. Pertama, SMS broadcast reminder kepada wajib pajak, yang bertujuan untuk mengingatkan WP untuk membayar pajak dan mempublikasikan informasi secara cepat berbasis mobile. Kedua, aplikasi pelayanan, dimana dengan aplikasi ini, WP yang datang ke KPP Purwokerto dapat mengetahui posisi terakhir proses permohonan yang diajukan. Ketiga, Aplikasi Berkas Internal yang digunakan oleh para staf untuk melakukan monitoring terhadap posisi berkas WP. Terakhir, aplikasi pelaporan, yang digunakan untuk memudahkan pengarsipan dokumen pelaporan.

Seperti diketahui, dalam rangka mendorong dan memotivasi kantor pelayanan/pengawasanuntuk meningkatkan kualitas kinerja pelayanan publik, dilaksanakanlah penilaian kantor pelayanan percontohan di lingkungan Kementerian Keuangan. Penilaian dilakukan terhadap kantor-kantor pelayanan/pengawasan yaitu Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC), Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).(rsa)