Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kepemilikan Asing di Domestic Bond Masih Stabil

Jakarta, 01/10/2013 MoF (Fiscal) News - Pemerintah mengakui kepemilikan asing dalam domestic bond Indonesia masih relatif stabil, meski sempat ada ancaman pembalikan modal terkait rencana penghentian stimulus moneter oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Demikian disampaikan Plt. Kepala Badan kebijakan Fiskal (BKF) Bambang P.S. Brodjonegoro di Jakarta, Jumat (27/9).

Ia mengatakan, pasar obligasi Indonesia belum terlalu rentan, tetapi saat ini arus modal masuk dan keluar di negara berkembang terutama Asia masih bergantung pada kondisi global, terutama dari AS. “Capital outflow itu pasti ada, tapi tetap ada inflow-nya juga, yang penting sekarang kan net flow-nya, apalagi yang namanya investor global itu mainnya bukan hanya di satu negara,” urainya. Apalagi, sambung dia, saat ini investor menilai yield (imbal hasil) tergerus dibandingkan ketika stimulus quantitative easing baru digelontorkan.

Ia menambahkan, saat quantitative easing digelontorkan di AS, yield meningkat tajam, tetapi setelah ada isu penarikan stimulus tersebut, seolah-olah terjadi penurunan yield yang cukup signifikan. “Padahal sebenarnya waktu naik juga paling jauh kita, minat investor asing kepada pasar obligasi Indonesia yang terlalu tinggi juga bisa membuat yield rendah sekali. Sebelum quantitative easing memang yield kita kan di atas 7-8 persen, mana pernah 3-4 persen, itu hanya terjadi pada periode itu saja (ketika quantitative easing dikeluarkan),” pungkasnya.(ans)