Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kepemilikan Asing pada SBN Tidak Perlu Dikhawatirkan

Jakarta, 05/06/2013 MoF (Fiscal) News – Besarnya kepemilikan asing dalam Surat Berharga Negara (SBN) dinilai tidak perlu terlalu dikhawatirkan, karena kepemilikan asing terbukti berdampak positif, yakni membuat imbal hasil (yield) semakin rendah dan pasar semakin aktif. Demikian disampaikan Direktur Strategi Portofolio Utang Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Schneider C.H. Siahaan di Jakarta, Selasa (4/6).

Menurutnya, kepemilikan asing yang cukup besar memang memiliki risiko sudden reversal atau pembalikan modal asing secara massif. Namun, pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan akan terus memitigasi risiko tersebut. “Crowding out bisa terkurangi jika investor asing ikut beli,”jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini posisi kepemilikan asing terhadap obligasi pemerintah masih dalam posisi yang belum membahayakan. Mitigasi risiko sendiri telah dilakukan dengan mekanisme pembelian kembali (buyback).  “Buyback dilakukan melalui APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), dan juga lewat beberapa BUMN (Badan Usaha Milik Negara) berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dalam kerangka bond stabilization framework,” ungkapnya.

Dalam Asia Bond Monitor terbitan Asian Development Bank (ADB) edisi terbaru, tercatat kepemilikan asing pada obligasi pemerintah dalam mata uang lokal di kawasan Asia Timur terus tumbuh pada triwulan I, karena imbal hasil di kawasan ini masih lebih menarik dibandingkan dengan pasar Amerika Serikat dan Eropa. Di Indonesia sendiri, kepemilikan asing mencapai 32,6 persen dari obligasi pemerintah dalam mata uang rupiah pada akhir Maret 2013, dan termasuk yang terbesar di kawasan Asia Timur yang tengah berkembang. Malaysia berada di urutan selanjutnya dengan kepemilikan asing sebesar 31,2 persen.(ans)