Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kerja Sama Antar Instansi Berhasil Gagalkan Impor dan Ekspor Ilegal

Jakarta, 14/09/2016 Kemenkeu - Kerja sama antar instansi berhasil menggagalkan penyelundupan impor produk perikanan serta upaya ekspor bibit lobster. Dari konferensi pers yang berlangsung di Terminal Tanjung Priok pada Selasa (14/09), ada 10 kontainer cumi-cumi beku asal Tiongkok dan mackerel dari Jepang yang menyalahi ketentuan impor. Selain itu, petugas yang merupakan kerja sama dari Kementerian Keuangan, Kepolisian RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan menggagalkan penyelundupan ekspor 71.250 ekor Baby Lobster.


Pada kasus impor, petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu mendapatkan informasi dari Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM KKP). Laporan tersebut terkait adanya importasi yang tidak dilengkapi dengan perizinan larangan pembatasan (lartas) yang digunakan dalam Pemberitahuan Impor Barang (PIB).


Dari informasi tersebut, DJBC melakukan penegahan terhadap barang-barang tersebut dan barang bukti telah diamankan oleh Kepolisian RI. Potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari kasus ini senilai Rp3,057 miliar.


Pada kasus kedua, petugas DJBC Soekarno Hatta mendapatkan informasi dari Polres Bandara Soetta yang kemudian dilakukan analisis penumpang dan pengecekan fisik bagasi penumpang. Seorang tersangka berhasil ditangkap dan sedang ditangani oleh Kepolisian Resort Bandara Soetta. Potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari kasus ini senilai Rp2,850 miliar.


Atas kedua kasus penyelundupan ilegal tersebut, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Kepabeanan Nomor 17 Tahun 2006, Undang-Undang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Nomor 16 Tahun 1992 serta Undang-Undang Perikanan Nomor 31 Tahun 2004. (as)