Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
ilustrasi

Kesiapan SDM adalah Tantangan Terbesar Dana Desa

Jakarta 08/08/2017 Kemenkeu - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menegaskan tantangan terbesar untuk mensukseskan program Dana Desa ialah kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). 

"Karena Kadesnya (Kepala Desa) ganti-ganti terus. Kadesnya sudah dilatih besok diganti. Bupatinya juga gitu," ujarnya di Jakarta, Kamis (03/08). Ia mengakui, pemerintah desa bahkan kabupaten belum siap saat dana desa pertama kali digelontorkan pada tahun 2015. Pasalnya masih banyak Kepala Desa yang hanya menyelesaikan pendidikan di tingkat SD dan SMP.

Meski demikian, dikutip dari situs Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Dana Desa (Kemendes PDTT) yang digelontorkan tahun 2016 ternyata menunjukkan keberhasilan yang cukup signifikan. Dana Desa mampu membangun 66.884 km jalan desa, 511,9 km jembatan, 1.819 unit pasar desa, 14.034 unit sumur, 686 unit embung, 65.998 drainase, 12.596 unit irigasi, 11.296 unit PAUD, 3.133 unit Pondok Bersalin Desa (Polindes), 7.524 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), 38.184 unit penahan tanah, 1.373 unit tambatan perahu, 16.295 unit air bersih, dan 37.368 unit fasilitas umum Mandi Cuci Kakus (MCK).

"Ternyata desa mampu. Tapi Dana Desa walaupun Rp60 triliun, dibagikan ke seluruh desa cuma Rp800 juta per desa, namun ada unsur pemerataan," ujarnya.

Untuk itu, pemerintah pusat memfasilitasi desa dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Dana Desa dan pendamping desa. Satgas Dana Desa adalah upaya melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa terutama terkait adanya indikasi penyelewengan.

"Kalau ada indikasi penyelewengan bisa lapor ke call center 1500040. Begitu dapat laporan saya langsung kirim Satgas. Kalau kabupaten belum sempurna mengawasi bukan berarti kita akan mengawal pribadi. Tapi sama-sama kita perbaiki," ujarnya. (nr/rsa)