Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ketua DK OJK: Koordinasi Solid, Perekonomian Stabil

Jakarta, 24/04/2013 MoF (Fiscal) News - Koordinasi dan komunikasi merupakan salah satu faktor terpenting dalam menjaga kondisi perekonomian Indonesia tetap sehat dan stabil. Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad pada Selasa (23/4) di Jakarta.  

 
Oleh karenanya, Muliaman menggarisbawahi pentingnya pengawasan dan koordinasi yang kuat dan solid antara seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, OJK, Bank Indonesia (BI), dan pelaku industri. Menurut Muliaman, salah satu faktor yang dapat menjaga stabilitas ekonomi Indonesia adalah pengawasan yang terintegrasi. "Keinginan OJK untuk membangun pengawasan terintegrasi terus dilakukan, sehingga dapat memberi nilai tambah dalam menjaga ekonomi dengan baik di saat kondisi perekonomian global yang masih melambat," ujarnya.  
 
Potensi krisis ekonomi, lanjut Muliaman, dapat dihadapi dan diredam melalui komunikasi dan koordinasi yang baik di antara seluruh pemangku kepentingan. "Apakah stabilitas makro ekonomi ditentukan oleh mikro atau sebaliknya, untuk menjaga stabilitas itu kuncinya adalah koordinasi antara OJK, BI, dan pemerintah menjadi bagitu penting, krisis tidak mungkin dapat ditangani jika tidak ada komunikasi yang baik antarlembaga keuangan, maka itu komunikasi harus terus dijaga" tambahnya. 
 
Dari pengalaman pada krisis tahun 2008 silam, pihaknya mengatakan, Indonesia harus mampu merespons dan mengambil keputusan dengan cepat melalui kebijakan yang strategis, sehingga krisis tidak berlarut-larut. "Krisis akan terus memburuk jika pengawasan, koordinasi lemah, dan respons dalam mengambil kebijakan juga lambat, sehingga biaya penyelesaiannya akan semakin mahal," ujarnya. Kehadiran OJK, lanjutnya, turut  menjaga kondisi perekonomian Indonesia tetap sehat dan stabil.(ak)