Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ketua Kadin : TDL Naik Diatas 15 Persen Tak Sejalan Dengan Pro Job, Pro Poor, dan Pro Growth

Basis Akuntansi Akrual Berikan I

 

Ketua Kadin : TDL Naik Diatas 15 Persen Tak Sejalan Dengan Pro Job, Pro Poor, dan Pro Growth

 

Jakarta, 19/07/2010 MoF (Fiscal) News - Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Adi Tahir mengungkapkan bahwa kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang mulai diberlakukan sejak tanggal 1 juli 2010 bertentangan dengan kebijakan pembangunan dan ekonomi pemerintah yang pro growth (pro pertumbuhan), pro poor (pro kemiskinan) dan pro job (pro penciptaan lapangan kerja), yang dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Tahun Anggaran 2010. Hal tersebut diutarakan  saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Komisi VI DPR-RI, Senin (19/7). "Kenaikan tersebut tidak mendukung kebijakan ekonomi SBY yang pro job, pro poor, dan pro growth," cetusnya.

Adi datang dengan didampingi belasan anggota Forum Lintas Asosiasi diantaranya: Ketua Umum Asosiasi Perteksitilan Indonesia (API), Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia  (Aptindo), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI), Gabungan Pengusaha Besi (Gapbesi), Industri Pengolahan Susu (Inaplas), bersama  mereka  membahas implikasi kenaikan TDL. Menurutnya, dengan kenaikan TDL lebih dari 15 persen, akan menaikkan ongkos produksi secara signifikan, sehingga memaksa kalangan dunia usaha untuk melakukan efisiensi. Jika perusahaan sudah mengencangkan ikat pinggang, maka kecenderungannya adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dan tidak memungkinkan untuk membuka lapangan kerja baru. (ant)