Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kinerja NPI Terus Tunjukkan Perbaikan

Jakarta, 09/05/2014 MoF (Fiscal) News - Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang membaik telah menopang penguatan nilai tukar rupiah. Bank Indonesia mencatat, Defisit transaksi berjalan triwulan I-2014 diperkirakan sebesar 2,06 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), menurun dari defisit pada triwulan IV-2013 yang sebesar 2,12 persen dari PDB.

"Kinerja NPI membaik pada triwulan I-2014. NPI diperkirakan kembali mencatat surplus ditopang menurunnya defisit transaksi berjalan dan meningkatnya aliran masuk modal asing," demikian disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara dalam keterangan resminya pada Kamis (8/5).

Penurunan defisit transaksi berjalan tersebut dipengaruhi oleh kontraksi impor nonmigas sejalan dengan moderasi pertumbuhan ekonomi, meskipun ekspor juga mencatatkan kontraksi. Perbaikan defisit transaksi berjalan juga dipengaruhi oleh penurunan defisit neraca jasa, khususnya jasa pengangkutan, sejalan dengan menurunnya kegiatan impor.

Sementara itu, aliran masuk modal asing, baik dalam bentuk investasi langsung maupun investasi portofolio tercatat mengalami peningkatan yang didorong oleh sentimen positif terhadap perbaikan fundamental ekonomi Indonesia. Aliran masuk modal asing, lanjutnya, tercatat masih berlanjut pada bulan April 2014.

Dengan perkembangan positif NPI pada April  2014 tersebut, cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi 105,6 miliar dolar AS, setara 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. BI memproyeksikan, pada triwulan II dan III tahun 2014, defisit transaksi berjalan diperkirakan meningkat sesuai pola musiman, antara lain akibat peningkatan impor menjelang puasa dan hari raya, serta repatriasi pendapatan dan pembayaran bunga, meskipun secara keseluruhan tahun 2014 defisit transaksi berjalan diperkirakan tetap dapat ditekan di bawah 3,0 persen dari PDB.(ak)