Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

KITE Untuk Dukung IKM

Boyolali, 30/01/2017 Kemenkeu - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri Peluncuran fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) untuk Industri Kecil dan Menengah (IKM), yang secara resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (30/01). Dalam sambutanya, Menkeu menjelaskan bahwa KITE merupakan produk dari paket kebijakan ekonomi jilid I, untuk mendukung kebijakan-kebijakan bidang industri yang masih bersifat umum, dan belum memihak IKM.

Menurut Menkeu, Pemerintah perlu mendorong usaha IKM agar mempunyai daya saing yang lebih kuat di pasar global. “Oleh karena itu, Kementerian Keuangan menerbitkan peraturan yang bersifat khusus atau spesifik yang didalamnya memberikan kemudahan mengimpor bahan baku, dan barang modal tanpa membayar bea masuk dan pajak impor, persyaratan perizinan yang mudah dan tidak diwajibkannya laporan surveyor pada saat impor," jelas Menkeu saat acara yang bertempat di Dusun Tumang, Boyolali, Jawa Tengah.

Kemenkeu sebagai pengelola instrumen fiskal tentunya turut berperan dalam memajukan IKM, antara lain melalui kebijakan penganggaran dalam APBN, penyederhanaan aturan, dan pemberian fasilitas kepabeanan dan perpajakan. “Fasilitas IKM ini juga diintegrasikan dengan fasilitas kepabeanan lainya yaitu Pusat Logistik Berikat (PLB) yang telah diresmikan oleh Presiden pada tahun 2016,” kata Menkeu.

Selain fasilitas perpajakan dan kepabeanan tersebut, IKM juga akan didukung melalui sinergi antar beberapa kementerian dan lembaga terkait. “Ada program Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) oleh Kementerian Koperasi dan UMKM, Program Indonesia Design Develomment Center (IDDC), program restrukturisasi mesin untuk IKM oleh Kementerian Perindustrian," tambah Menkeu. (hi/rsa)