Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Komisi XI DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro RAPBN 2017

Jakarta, 19/07/2016 Kemenkeu - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah menggelar rapat kerja terkait asumsi dasar ekonomi makro dalam pembicaraan pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 pada Senin (18/07) di Gedung DPR Senayan, Jakarta.

Rapat kerja yang dipimpin oleh Ketua Komisi XI DPR Ahmadi Noor Supit tersebut menyepakati empat asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2017. Pertama, asumsi pertumbuhan ekonomi disepakati di kisaran 5,2 persen hingga 5,6 persen. Kedua, asumsi inflasi disepakati di kisaran 3 persen hingga 5 persen.

Ketiga, asumsi suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan disepakati di kisaran 5 persen hingga 6 persen. Keempat, asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS disepakati di kisaran Rp13.300 hingga Rp13.600 per dolar AS.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mewakili pemerintah menyatakan, mengingat kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian, ekonomi domestik akan menjadi elemen pendorong pertumbuhan ekonomi 2017. “Dengan melihat kondisi ekonomi global, ekonomi domestik menjadi poin positif dari prospek pertumbuhan ekonomi 2017,” jelasnya. Oleh karena itu, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan investasi, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Sebagai informasi, rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Keuangan, Wakil menteri Keuangan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Gubernur Bank Indonesia (BI), dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).(hi)