Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Komponen Kenaikan Penerimaan Migas di RAPBNP 2012

Jakarta,20/3/2012 MoF (Fiscal) News – Plt.Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan, ada 3 komponen dari total penerimaan migas dalam rancanganAPBN-P tahun 2012 yang mencapaiRp265,942 triliun. Hal tersebutdisampaikannya saat menghadiri rapat panja asumsi dasar,pendapatan, defisit dan pembiayaan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012 dengan Badan Anggaran (banggar) DPR RI di gedung DPR RI pada Selasa (20/3).

"Totalpenerimaan migas dalam APBN-P tahun 2012 mencapai Rp265,942 triliun yang terdiri dari 3 komponen. Yang pertama yaitu PPhmigas yang besarnya adalahRp64,596 triliun, sedangkan yang terbesar tentunya adalah penerimaan dari SDA migas yaitu Rp189,608 triliun," kata Bambang. Pihaknya memaparkan, total penerimaan SDA migas tersebut terdiri dari Rp149,9 triliunyang berasal dari penerimaan minyak bumi dan Rp39,71 triliun yang berasal dari penerimaan gas bumi.

Bambang menambahkan, PNBP lainnya yang terkait dengan Domestic Market Obligationnantinya akan menjadi bagian dari PNBP lainnya sebesar Rp11,73 triliun. Angka-angka ini, lanjut Bambang,telah berdasarkan asumsi yang telah disepakati yaitu lifting minyaksebesar 930ribu barel per hari, harga ICP USD105 per barel, nilai tukarRp9000 per dollar AS, dan cost recovery USD15,13 miliar.

Dibandingkan dari APBN2012, penerimaan migas ini mengalami peningkatansesuai dengan perkembangan harga ICP. "Dimana total penerimaan migas pada APBN sebesar Rp231,11 triliun, PPhmigas juga meningkat yang tadinya Rp60,92 triliun menjadi Rp64,6 triliun. Sedangkan SDA migas kenaikannya mencapai Rp30 triliun, dari Rp159,14 triliun menjadi Rp189,61 triliun," kata Bambang. (ak)