Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kondisi Bisnis Dan Ekonomi Konsumen Diproyeksikan Terus Membaik

Jakarta, 08/05/2013 MoF (Fiscal) News – Kondisi bisnis dan ekonomi konsumen diproyeksikan membaik pada Triwulan II-2013. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada Triwulan II-2013 sebesar 106,27. "Berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan Triwulan I-2013. Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan meningkat jika dibandingkan dengan Triwulan I-2013 (nilai ITB sebesar 102,34)," kata Kepala BPS Suryamin.

Semua sektor ekonomi pada Triwulan II-2013 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis. Menurut Suryamin, peningkatan kondisi bisnis terjadi di semua sektor kecuali sektor pertambangan dan penggalian. Sektor Industri pengolahan diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi dengan nilai ITB sebesar 110,89.

Dilihat berdasarkan variabel pembentuknya, peningkatan kondisi bisnis pada triwulan II-2013 diperkirakan terjadi karena adanya peningkatan harga jual produk (nilai indeks sebesar 107,55), order dalam negeri (nilai indeks sebesar 107,23), order barang input (nilai indeks sebesar 106,15), dan order dari luar negeri (nilai indeks sebesar 101,84). Peningkatan tertinggi untuk harga jual produk diperkirakan terjadi pada sektor industri pengolahan (nilai indeks sebesar 122,73), sebaliknya penurunan terjadi pada sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan (nilai indeks sebesar 96,19).

Meningkatnya ITB juga diikuti dengan Indeks Tendensi Konsumen (ITK), di mana pada Triwulan II-2013, nilai ITK nasional diperkirakan mencapai 108,82. "Artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan lebih tinggi dibandingkan Triwulan I-2013 (nilai ITK sebesar 104,70)," kata Suryamin.

Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen terjadi di semua provinsi di Indonesia, di mana 14 provinsi diantaranya atau 42,42 persen diperkirakan memiliki nilai indeks di atas nasional. Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Bali dengan nilai ITK sebesar 114,34 dan terrendah di Nusa Tenggara Timur dengan nilai ITK sebesar 105,76. (ak)